JAKARTA — Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh narasi sensasional yang menyebutkan bahwa para wanita di Latvia berani membayar pria hingga 3.000 dolar (sekitar Rp48 juta) per bulan untuk dijadikan teman hidup. Namun, narasi yang viral tersebut dipastikan merupakan informasi yang dipelintir dari konteks aslinya.
Berikut adalah fakta sebenarnya di balik narasi yang beredar:
- Kondisi Demografi Nyata: Berdasarkan data dari lembaga statistik Uni Eropa, Eurostat, Latvia memang tercatat memiliki ketimpangan rasio gender yang signifikan, di mana populasi wanita unggul hingga belasan persen dibandingkan pria.
- Dampak Ketimpangan: Ketimpangan demografi ini memicu tingginya jumlah perempuan yang hidup mandiri atau melajang di negara tersebut.
- Asal-usul Jasa Tukang Harian: Tinggal sendiri membuat banyak wanita di sana harus mengatasi berbagai masalah teknis rumah tangga secara mandiri, sehingga mereka banyak memanfaatkan jasa tukang harian profesional untuk memperbaiki perabot atau fasilitas rumah.
- Pelintiran Konten Kreator: Konsep penggunaan jasa tukang harian inilah yang kemudian dipelintir oleh sejumlah kreator konten di media sosial menjadi narasi keliru seolah-olah para wanita Latvia menyewa pria sebagai kekasih atau teman hidup.
Dengan demikian, informasi mengenai wanita Latvia menyewa pria ratusan juta rupiah untuk dijadikan pasangan adalah hoaks atau disinformasi yang bersumber dari kesalahpahaman fungsi layanan jasa perbaikan rumah.





















