JANTHO — Gelaran akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Aceh Besar ke-35 di ambang pintu. Di tengah persiapan akhir yang semakin matang, pimpinan legislatif daerah memberikan perhatian serius terhadap hajatan syiar Islam ini. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Abdul Muchti, S.I.Kom., menyampaikan seruan terbuka sekaligus menaruh asa besar agar perhelatan akbar tersebut tidak hanya sukses secara seremonial, tetapi juga menjadi cetak biru lahirnya qari dan qari’ah berprestasi dunia.
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis, ajang bergengsi ini akan resmi bergulir pada 24 hingga 31 Oktober 2026. Tahun ini, Kecamatan Kuta Baro didapuk sebagai tuan rumah yang akan menyambut puluhan kafilah, official, serta masyarakat dari berbagai penjuru kecamatan di wilayah kabupaten berjuluk Bumi Seulawah tersebut.
Seruan Kolaborasi untuk Kesuksesan Bersama
Menyongsong hari H pembukaan, Abdul Muchti mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Aceh Besar tanpa terkecuali untuk bahu-membahu menyukseskan agenda tahunan ini. Menurutnya, kesuksesan sebuah perhelatan akbar tidak akan terwujud hanya melalui kerja keras panitia penyelenggara semata, melainkan buah dari sinergi kolektif seluruh warga.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut ambil bagian dan menyukseskan MTQ ke-35 ini. Perhelatan ini adalah milik kita bersama, marilah kita tunjukkan semarak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tanah Aceh Besar,” ungkap Abdul Muchti saat dikonfirmasi di Jantho, Senin (12/10/2026).
Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran serta warga lokal di Kecamatan Kuta Baro sebagai tuan rumah yang baik. Keramahan dan dukungan fasilitas dari masyarakat diyakini akan memberikan kesan mendalam bagi para kafilah tamu yang datang dari luar kecamatan.
Cetak Qari Berkelas Dunia dari Jantung Aceh Besar
Lebih dari sekadar syiar dan ajang silaturahmi, Ketua DPRK Aceh Besar ini mematok target strategis jangka panjang. MTQ ke-35 dipandang sebagai kawah candradimuka yang krusial dalam menjaring dan menempa talenta-talenta muda di bidang seni baca Al-Qur’an.
Abdul Muchti optimis bahwa wilayah Aceh Besar memiliki cadangan sumber daya manusia yang luar biasa di bidang tilawah. Melalui seleksi ketat dan atmosfer kompetisi yang kompetitif di Kuta Baro, ia berharap lahir bibit-bibit unggul yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di panggung yang lebih tinggi.
“Melalui pelaksanaan MTQ ini, kita berharap Aceh Besar dapat melahirkan qari dan qari’ah handal yang tidak hanya mampu bersaing di kancah provinsi dan nasional, tetapi juga menembus panggung internasional,” tegasnya penuh optimisme.
Kesiapan Kecamatan Kuta Baro dan Antisipasi Panitia
Menjelang 24 Oktober 2026, panitia pelaksana bersama unsur Forkopimda dan pemerintah kecamatan terus mempercepat pembenahan infrastruktur arena utama serta pemondokan kafilah. Berbagai pemangku kepentingan memastikan bahwa seluruh venue lomba di Kuta Baro memenuhi standar kenyamanan dan kelayakan teknis bagi para peserta dari berbagai cabang lomba.
Dengan sisa waktu beberapa pekan menjelang pembukaan, antusiasme warga terpancar jelas melalui berbagai persiapan mandiri di tingkat gampong. Pesta akbar ini diprediksi tidak hanya mendongkrak semangat literasi Al-Qur’an, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar Kecamatan Kuta Baro selama sepekan pelaksanaan berlangsung.



























